Berdiplomasi dengan Buah Zakar dan Tangan Kiri

Kau tahu, kebanyakan pria itu brengsek, meski tidak semua pria seperti itu. Begitu juga denganku yang sama-sama brengseknya. Bagaimana tidak, di negeri patriarki ini pria mendapatkan segalanya. Mereka pandai melakukan tipu muslihat dengan beribu cara demi tercapai keinginannya : Wanita, cinta, ataupun sex dengan mudahnya mereka dapatkan hanya bermodalkan mulutnya saja.

Kau tahu, kata-kata seorang pria terkadang sangat berbisa. Lebih liar daripada hewan-hewan buas di alam terbuka, lebih mematikan daripada hewan-hewan beracun. Ya, lidah mereka seperti mengandung mantra ajaib yang dapat memikat semua wanita yang mendengarnya. Dan ketika mantra itu sudah menguasai jiwamu, kau akan terpedaya, tak lebih seperti sapi perah yang dieksploitasi para peternak atau bernasib seperti hewan-hewan di rumah jagal. Jangan berikan apapun pada pria kecuali mereka menukarnya dengan sesuatu yang berharga. Jangan mudah menelan bujuk rayunya meski mereka bersumpah atas nama Tuhan ataupun atas nama cinta.

Seperti yang kukatakan di awal, aku sama brengseknya seperti pria-pria lainnya. Melacurkan diri demi sesuatu yang mereka sebut cinta, namun yang kudapatkan adalah hati yang retak dan patah. Aku mencintai seorang wanita, aku sangat menyayanginya. Aku tak pernah menggodanya, bahkan mengungkapkan perasaanku padanya juga tidak. Aku menjaganya sebagaimana Ia menjaga dirinya berharap suatu saat nanti aku bisa menikahinya, namun hasrat naluri libidoku tak dapat kutahan dengan lama.

Setelah berdiplomasi dengan tangan kiri dan buah zakar, kami memutuskan untuk melampiaskan pada sebuah video. Aku mencari video-video dewasa pada situs-situs underground yang tidak dapat ditembus kecuali dengan vpn. Setelah menemukan video yang tepat, tangan kiri dan buah zakar mulai melakukan tugasnya masing-masing. Sungguh pekerjaan yang sangat menjijikkan. Tangan kiri mulai lelah pada tugasnya, sedangkan buah zakar keenakan, hingga pada puncaknya ia klimaks melepas semua energi dalam tubuhnya. Kami terkulai lemas dengan nafas terengah-engah. Sedangkan durasi video masih berada di tengah-tengah.

Kemudian kamera menyorot salah satu pemeran dalam video panas itu. Seorang wanita yang sangat cantik. Seorang wanita yang ternyata aku cintai. Ia bertarung dengan susah payah di atas ranjang. Aku tertunduk lesu, mataku hendak menangis. Buah zakarku mencoba menghiburku, namun yang Ia lakukan hanyalah sia-sia. Kemudian tangan kiriku mendekati telingaku seraya berkata padaku, “Jika kau tidak bisa kawin dengannya, setidaknya kau bisa kawin dengan tanganmu! “.

–ArsaAskara

Bercanda Tentang Kematian

Pada saat itu di ruang keluarga, papa dan mama sedang berbincang-bincang. Aku keluar kamar lalu menuruni tangga untuk sekedar minum segelas air putih. Ketika gelas berada tepat di bibir dan tenggorokan sedang menelan melepas dahaga, tiba-tiba papa nyeletuk, “Mas, kalo papa sudah gak ada kamu yang tahlilin papa ya? ” Aku kaget dan hampir tersedak. Kemudian mama menertawakan hal itu. Aku memasang raut muka jutek berkata dalam batin “Ya, kalau aku masih hidup juga”.

Dipikir-pikir kembali, ujung dari hidup akan menempuh yang namanya mati. Setiap orang yang hidup juga mengetahui suatu saat nanti ia akan mati, namun berbeda lagi jika saat sedang mendengar tausiah dari kiai atau ustad tentang kematian hati kita enggan mendengar atau menerimanya. Terkadang kita sendiri merasa takut jika kematian itu tiba, tetapi jika membahas duniawi tidak ada habis-habisnya. Barangkali bukan kematian yang ditakutkan melainkan kehidupan setelah kematian bagi mereka yang mempercayainya. Barangkali kita masih memiliki banyak dosa dan masih jauh dari Tuhan sehingga takut mendapatkan balasan mengerikan karena hal-hal yang kita perbuat.

Kembali kepada Sang Pencipta bukankah harusnya kita sambut dengan suka cita ? Dan memang hal tersebut adalah hal yang pasti. Semakin bertambah hari semakin berkurang pula usia kita. Namun anehnya, sebagian dari kita merayakan setiap tahunnya dan bersenang-senang saat usianya bertambah, namun mereka sendiri takut dan tidak mau tahu menahu jika jaraknya semakin mendekat dengan kematian. Dan sebelum lilin ulang tahunnya ditiup ia berdoa agar panjang umur dan menjadi lebih baik lagi. Ia lupa bahwa orang-orang yang baik lebih banyak diambil kembali oleh Tuhan daripada orang-orang jahat.

–ArsaAskara

Apakah Islam Alergi Sosialisme ?

Sebenarnya saya heran dengan orang islam yang alergi paham-paham seperti sosialisme, marxisme, komunisme. Sedangkan saat ditanya apasih sosialisme itu? Mereka juga tidak paham betul. Trauma sejarah akan masa lalu ditambah doktrin orba tentang paham kiri yang salah, masih melekat dalam perspektif masyarakat kita. Hal ini diperparah dengan kasus razia buku-buku kiri yang pernah terjadi.

Dalam batin saya bertanya, apakah benar islam itu anti paham kiri ? Kemudian saya dipertemukan dengan buku “Muhammad SAW & karl Marx Tentang Masyarakat Tanpa Kelas” Karya Munir Che Anam.

Buku ini menjelaskan tentang pandangan seorang nabi Muhammad dan Karl Marx tentang masyarakat tanpa kelas. Ada banyak kesamaan sosialisme dengan ajaran islam, bahkan islam lebih dulu menerapkan sosialisme sebelum jamannya Karl Marx.

Persoalan yang timbul antara Nabi Muhammad SAW dan elite Makkah sebenarnya bukan hanya persoalan keyakinan agama, namun lebih, yakni bersumber pada ketakutan terhadap konsekuensi sosial ekonomi dari doktrin Muhammad SAW yang melawan segala bentuk dominasi ekonomi, pemusatan dan monopoli harta, penimbunan dan pemborosan. Dalam hal kepemilikan bersama juga diatur dalam islam, Nabi Muhammad SAW menyuarakan kepemilikan bersama (Public Ownership).

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah bersabda : “Umma Islam berserikat dalam tiga hal, yakni air, makanan ternak, dan api. Memungut bayaran untuk itu adalah haram hukumnya. ” Abu Sa’id mengatakan : “Yang dimaksud dengan air adalah air yang mengalir”.

Hadits nabi tersebut merupakan penjelasan akan hak kepemilikan umum dan tidak boleh dimiliki oleh seseorang namun setiap orang berhak untuk mengambil manfaat dari hak milik umum tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah berusaha membangun sebuah tatanan sosial yang egaliter dimana alat-alat produksi dikuasai umum dan dapat dimanfaatkan semua orang secara kolektif.

Islam juga mewajibkan untuk memenuhi hak-hak para pekerja. Nabi Muhammad SAW dalam sabda beliau : “Berikanlah upah seorang pekerja itu sebelum keeing keringatnya”

Ada banyak penjelasan tentang sosialisme dan masyarakat tanpa kelas dalam pandangan islam di buku ini. Mereka yang koar-koar alergi terhadap paham kiri tanpa mencari tahu mungkin mereka adalah orang-orang yang tidak membaca buku. Tidak heran jika mereka-mereka ini mudah dibodohi dengan berita-berita hoaks.

Salam literasi!

Dangdut Seni Kritik Sosial

Musik dangdut sangat akrab sekali dengan telinga kita. Terkadang di dalam bus atau angkutan umum tidak heran jika sang sopir menyalakan musik dangdut. Bunyi gendang serta lirik mellow bertemakan percintaan secara tidak sadar membuat badan kita bergoyang dengan sendirinya.

Dangdut memiliki keunikan tersendiri yaitu pada liriknya yang menggambarkan masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Misalnya saja pada lagu bojo galak yang menceritakan tentang suami/istri yang menghadapi pasangannya atau lagu jangan nget-ngetan yabg menyindir tentang seseorang yang balikan dengan mantannya. Sama halnya sepertu sinetron, tema yang diangkat hanya itu-itu saja.

Dangdut sebenarnya bisa digunakan sebagai senjata ampuh untuk mengkritik isu-isu sosial juga pemerintah. Seperti yang pernah dilakukan Rhoma Irama dalam lagunya yang berjudul ‘judi’ yang pada saat itu kebijakan pemerintah melegalkan perjudian. Tidak hanya itu, ada karya lain seperti ‘Hak Asasi’ yang menyebabkan ia berurusan dengan pemerintahan orde baru.

Banyak isu yang bisa diangkat untuk mewarnai musik dangdut, tidak melulu perkara hati dan cinta. Atau barangkali permasalahan masyarakat kita hanya terletak pada seberapa seksi penyanyi dangdut yang membawakan di atas panggung.